Tamu Online
Kami memiliki 1 Tamu online
Senin, 22 September 2014

Mengenal Penelitian Hukum

Penelitian seringkali dianggap sebagai tugas yang cukup melelahkan bagi mahasiswa. Penelitian bahkan menjadi semacam gawe besar yang pelaksanaannya harus powerfull, dengan mengerahkan semua pikiran, tenaga, bahkan biaya, dan menjadi titik kulminasi dari berbagai aktifitas yang pernah dan mungkin akan dilakukan kemudian. Begitu besarnya beban dan pengorbanan yang dibutuhkan, sehingga penelitian rasanya cukup dilakukan sekali dalam seumur hidup. Mungkin terasa berlebihan tapi begitulah yang terjadi. Padahal penelitian sesungguhnya akan menjadi bagian dari setiap aktifitas yang kita lakukan terutama saat menjalankan profesi dan bekerja selaku decision maker.

Setiap orang yang beraktifitas dan menekuni kegiatan dalam bidang hukum, baik sebagai akademisi (mahasiswa, dosen) maupun praktisi (lawyer, notaris, dsb.) akan selalu dituntut untuk memiliki pemahaman mengenai penelitian hukum. Karena selain sebagai kewajiban akademis, penelitian hukum terutama diperlukan bagi para praktisi dalam menyelesaikan masalah-masalah hukum yang sedang dihadapi klien.

Berbicara tentang penelitian, hampir semua profesi membutuhkan penelitian meskipun sederhana, karena penelitian telah menjadi bagian dalam setiap pengambilan keputusan. Penelitian bahkan merupakan kewajiban yang harus dilakukan pada semua disiplin ilmu dalam lingkup akademis. Namun yang berbeda dari penelitian hukum dibandingkan dengan penelitian dari disiplin ilmu yang lain adalah bahwa penelitian hukum bukan untuk menguji hipotesis. Selain tidak mengenal adanya data, Penelitian Hukum juga merupakan kegiatan know-how dalam penerapan ilmu hukum, yaitu untuk memecahkan isu hukum yang timbul. Sedangkan kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran koherensi dengan memberikan preskripsi mengenai apa yang seyogyanya. Itulah mengapa penelitian hukum hanya dapat dilakukan oleh ahli hukum.

Dalam tulisan ini penulis mencoba untuk memberikan gambaran singkat mengenai apa yang dimaksud dengan penelitian hukum dan apa saja langkah-langkah yang diperlukan dalam melakukan penelitian hukum.

Penelitian Hukum memiliki dua aspek penelitian, yaitu dilakukan untuk keperluan praktek hukum dan untuk kegiatan akademis. Penelitian Hukum untuk Praktik Hukum, selain untuk menelaah adanya sengketa (litigasi), juga untuk menelaah suatu kontrak/perjanjian (non litigasi) dan untuk audit hukum atas perusahaan tertentu. Penelitian hukum juga digunakan untuk penyiapan naskah akademis suatu Rancangan Undang-undang baik oleh eksekutif maupun legislatif. Hasil dari suatu penelitian hukum untuk keperluan praktik adalah berupa Pendapat Hukum (Legal Opinion).

Sedangkan Penelitian Hukum untuk Kegiatan Akademis biasanya dilakukan untuk tugas akhir bagi mahasiswa, selain juga dilakukan oleh para dosen. Hasil suatu penelitian hukum adalah preskripsi yang berupa rekomendasi atau saran. Namun tidak berarti bahwa saran tersebut sekedar saran, mengingat ilmu hukum merupakan ilmu terapan. Sehingga saran yang dihasilkan dari suatu penelitian juga harus mungkin untuk diterapkan.

Langkah-Langkah Penelitian Hukum

· Menetapkan isu hukum (masalah hukum)

· Pengumpulan Bahan-bahan Hukum (apabila dipandang perlu juga bahan-bahan non-hukum)

· Melakukan telaah atas isu hukum berdasar bahan-bahan yang telah dikumpulkan

· Menarik kesimpulan dalam bentuk argumentasi yang menjawab isu hukum

· Memberikan preskripsi berdasarkan argumentasi yang telah dibangun

Masalah Hukum

Masalah hukum harus berpangkal dari Ilmu Hukum yang di dalamnya terkandung: pengertian hukum, konsep-konsep hukum, azas-azas hukum, atau paling tidak mengandung pengertian hukum. Untuk penulisan hukum bagi keperluan akademis paling tidak harus mengandung konsep hukum. Juga harus ada dua proposisi yang saling berhubungan: Kausalitas, diterangkan-menerangkan, dan Fungsional.

Pengertian Hukum

Yang dimaksud dengan pengertian hukum adalah pengertian yang berkonotasi dengan atau mengandung konsekuensi hukum. Misalnya: cukup umur / dewasa / akil baliq; Onrechtmatige daad / tort; Wederrechtelijkheid / onrechtmatige daad; Perkawinan / pernikahan; Perbuatan pidana (Strafbaarfeit), Kejahatan, pelanggaran, dolus, culpa, nalaten (omission); Tanggung gugat, tanggung jawab, dan sebagainya.

Konsep Hukum

Adalah suatu gagasan yang dapat direalisasikan dalam kerangka berjalannya aktivitas hidup bermasyarakat secara tertib. Misalnya konsep Badan Hukum, Marital Macht, Daluwarsa, Pertanggungjawaban Pidana, Kekuasaan, kewenangan, dan lain-lain.

Azas Hukum

Adalah suatu gagasan dasar yang melandasi norma hukum. Misalnya azas : Tiada pemidanaan tanpa kesalahan, Siapa yang mendatangkan kerugian wajib mengganti kerugian, Kekuasaan eksekutif memiliki kewenangan diskresioner, dan sebagainya.

Pendekatan-pendekatan dalam Penelitian Hukum

· Pendekatan-pendekatan yang digunakan di dalam penelitian hukum adalah:

· pendekatan undang-undang (statute approach)

· pendekatan kasus (case approach)

· pendekatan historis (historical approach)

· pendekatan komparatif (comparative approach)

· pendekatan konseptual (conceptual approach)

Pendekatan perundang-undangan

Pendekatan undang-undang (statute approach) dilakukan dengan menelaah semua undang-undang dan regulasi yang bersangkut paut dengan isu hukum yang sedang ditangani. Bagi penelitian untuk kegiatan praktis, diperlukan dalam mempelajari konsistensi dan kesesusaian antara suatu undang-undang dengan undang-undang lainnya atau antara undang-undang dan Undang-Undang Dasar atau antara regulasi dan undang-undang. Hasil dari telaah tersebut merupakan suatu argumen untuk memecahkan isu yang dihadapi.

Pendekatan Kasus

Melakukan telaah terhadap kasus-kasus yang berkaitan dengan isu yang dihadapi yang telah menjadi putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan yang tetap. Kasus itu dapat berupa kasus yang terjadi di Indonesia maupun di negara lain. Yang menjadi kajian pokok di dalam pendekatan kasus adalah ratio decidendiatau reasoning yaitu pertimbangan pengadilan untuk sampai kepada suatu putusan. Baik untuk keperluan praktek maupun untuk kajian akademis,ratio decidendiatau reasoning tersebut merupakan referensi bagi penyusunan argumentasi dalam pemecahan isu hukum.

Pendekatan Historis

Pendekatan historis dilakukan dengan menelaah latar belakang dan perkembangan pengaturan mengenai isu yang dihadapi. Telaah historis diperlukan manakala peneliti memang ingin mengungkap filosofis dan pola pikir yang melahirkan sesuatu yang sedang dipelajari. Pendekatan historis ini diperlukan kalau memang peneliti menganggap bahwa pengungkapan filosofis dan pola pikir ketika sesuatu yang dipelajari itu dilahirkan memang mempunyai relevansi dengan masa kini

Pendekatan Komparatif

Pendekatan ini dilakukan dengan membandingkan undang-undang suatu negara dengan undang-undang dari satu atau lebih negara lain mengenai hal yang sama. Dapat juga yang diperbandingkan di samping undang-undang juga putusan pengadilan di beberapa negara untuk kasus yang sama. Kegunaan pendekatan ini adalah untuk memperoleh persamaan dan perbedaan di antara undang-undang tersebut

Persamaan dan perbedaan itu untuk menjawab mengenai isu antara ketentuan undang-undang dengan filosofi yang melahirkan undang-undang itu. Dengan melakukan perbandingan tersebut, peneliti akan memperoleh gambaran mengenai konsistensi antara filosofi dan undang-undang di antara negara-negara tersebut.

Pendekatan Konseptual

Pendekatan konseptual beranjak dari pandangan-pandangan dan doktrin-doktrin yang berkembang di dalam ilmu hukum. Dengan mempelajari pandangan-pandangan dan doktrin-doktrin di dalam ilmu hukum, peneliti akan menemukan ide-ide yang melahirkan pengertian-pengertian hukum, konsep-konsep hukum, dan azas-azas hukum yang relevan dengan isu yang dihadapi. Pemahaman akan pandangan-pandangan dan doktrin-doktrin tersebut merupakan sandaran bagi peneliti dalam membangun suatu argumentasi hukum dalam memecahkan isu yang dihadapi.

Akhirnya semoga tulisan ini dapat menambah hasanah pengetahuan hukum kita dan bermanfaat bagi semua. Keep open minds always....dan tetap smangat !!!

 

Jakarta, Pebruari 2013

The Advocate

 


Referensi :

- Prof. Dr. Peter Mahmud Marzuki, SH, LL.M, Penelitian Hukum, Rajawali Pers, Jakarta, 2008.

- Prof. Dr. Sulistiyo Basuki, Metode Penelitian, Wedatama Widya Sastra dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, Jakarta, 2006.

- Dr. Johnny Ibrahim, SH., Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif, Bayumedia, Malang, 2006.

- Dr. M. Syamsudin, SH. MH., Operasionalisasi Penelitian Hukum, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2007.